Analisis Determinan Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat Tahun 2009-2019

  • Sisilia Maria Parinusa FEB - UNIPA
  • Danny E Waimbo FEB - UNIPA

Abstract

The extent to which a region has developed can be measured from a decrease percentage of population living in poverty. Tambrauw Regency which is located in West Papua Province has the highest number of poor people after Pegunungan Arfak Regency. The aim of this research is to examine the social and economic factors that influence the level of poverty in Tambrauw Regency. The social indicator in this study is proxied by Human Development Index meanwhile government capital expenditure, economic growth and income per capita behave as the economic indicators. This research was performed by using a time series data during period 2009 – 2019 and quantitative approach, in particular Ordinary Least Square Method (OLS). The result highlight that Human Development Index, government capital expenditure, economic growth and income per capita have negative and significant effect on the percentage of poor community simultaneously. Furthermore, in partial estimation only economic growth which has negative and significant effect on poverty reduction.


Salah satu tolak ukur keberhasilan proses pembangunan di suatu wilayah dapat dilihat dari menurunnya jumlah penduduk miskin. Kabupaten Tambrauw merupakan salah satu Kabupaten di Papua Barat yang memiliki persentase penduduk miskin tertinggi setelah Kabupaten Pegunungan Arfak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana indikator sosial dan ekonomi berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di wilayah Tambrauw. Adapun indikator sosial dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia sedangkan indikator ekonomi diukur dari belanja modal Pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan data time series selama tahun 2009 - 2019. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis multivariate regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil analisis, terlihat bahwa secara simultan IPM, belanja modal Pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin. Akan tetapi, jika dilihat secara parsial maka hanya variabel pertumbuhan ekonomi yang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin.

References

Adisasmita, R. 2014. Pertumbuhan Wilayah & Wilayah Pertumbuhan. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Ajoi, K. 2019. Problematika Pembangunan di Lembah Kebar, Tambrauw Sebagai Daerah Otonomi Baru. https://suarapapua.com/2019/12/12/problematika-pembangunan-di-lembah-kebar-tambrauw-sebagai-daerah-otonomi-baru/. Diakses 28 Juni, 2020.
Azizah, E.W., Sudarti, S. dan Kusuma, H. 2018. Pengaruh Pendidikan, Pendapatan Perkapita dan Jumlah Penduduk Terhadap Kemiskinan di Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 2 No.1.
Frans, D., Rahayu, S., dan Mahardika, D.P.K. 2017. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Perkapita, dan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan (Studi Empiris pada Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 – 2015). E-Proceeding of Management : Vol. 4, No.2 Agustus 2017.
Kaligis, E. 2017. Pengaruh Belanja Modal Terhadap Kemiskinan di Minahasa Utara Melalui Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Intervening Variabel. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol.17, No.02.
Kuncoro, M. 2006. Ekonomika Pembangunan, Teori, Masalah, dan Kebijakan. Edisi Keempat. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.
Mustafa, A. 2020. Papua Masih Jadi Provinsi dengan Angka Kemiskinan Tertinggi. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200115174641-532-465658/papua-masih-jadi-provinsi-dengan-angka-kemiskinan-tertinggi. Diakses 17 Juni, 2020.
Novianto,S. 2018. Analisis Pertumbuhan Ekonomi, IPM, Inflasi dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten/Kota Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Paat, D.C., Koleangan, R.A.M. dan Rumate, V.A. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi serta Dampaknya Terhadap Kemiskinan di Kota Bitung. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah Vol.19, No.1.
Purnama, N. I. 2017. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Sumatera Utara. Jurnal Ekonomikawan Vol.17, No.1.
Putro, P.B.W., Mintarti, S. dan Wijaya. A. Analisis Determinasi Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan. Inovasi - Jurnal Ekonomi Keuangan dan Manajemen Vol.13, No.2.
Romi, S. dan Umiyati, E. 2018. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Upah Minimum Terhadap Kemiskinan di Kota Jambi. E-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Vol.7, No.1.
Statistik Abstract view : 400 times
Statistik PDF Views : 301 times
Published
2020-11-30
How to Cite
PARINUSA, Sisilia Maria; WAIMBO, Danny E. Analisis Determinan Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat Tahun 2009-2019. Lensa Ekonomi, [S.l.], v. 11, n. 01, p. 96-112, nov. 2020. ISSN 2623-0895. Available at: <https://journal.feb.unipa.ac.id/index.php/lensa/article/view/84>. Date accessed: 31 july 2021. doi: https://doi.org/10.30862/lensa.v11i01.84.